Tagar “kabur aja dulu” menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan pemuda Indonesia pada awal tahun 2025. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan beragamnya persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pekerjaan.Sebelum tagar “kabur aja dulu“ menjadi tren, masalah ini sudah menjadi keresahan para pencari kerja. Berbagai isu yang diramu secara politik mempercepat penyebaran masalah ini di masyarakat. Terlebih lagi, pemerintahan yang baru dianggap belum sepenuhnya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, seperti yang tercantum dalam sila kelima Pancasila.Dari sudut pandang pendidikan, tagar ini sangat bertentangan dengan penguatan karakter pelajar dan kecintaan mereka terhadap bangsa Indonesia. Penguatan karakter seharusnya dimulai dengan menanamkan rasa cinta tanah air, saling menghargai, serta menjunjung nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan praktis dan keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja. SMK bertujuan untuk mencetak peserta didik yang terampil dan siap kerja. Meskipun tagar “kabur aja dulu“ tidak secara langsung menimbulkan masalah, namun dapat menjadi masalah jangka panjang. Karakter generasi muda yang mudah terpengaruh oleh hal-hal viral dapat memberikan dampak negatif jika terpapar dengan konten pesimistis.Sebagai pengajar vokasi, kita perlu memberikan pemahaman yang positif dan menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap bangsa. Generasi muda diharapkan lebih cerdas dalam merencanakan karir mereka. Bekerja di luar negeri untuk mencari pengalaman tidaklah masalah, namun pengalaman tersebut harus diingat dan diterapkan di Indonesia untuk membuka lapangan pekerjaan baru sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, atau dengan kata lain “mengembangkan potensi diri untuk bangsa“.Sebagai lulusan Sekolah Menegah Kejuruan, khususnya dari SMK Kertanegara Kuaro, kita perlu merespons tagar ini dengan bijak. Jika kita melihat peluang kerja, lulusan SMK memiliki keunggulan dalam keterampilan sesuai kompetensi mereka. Hal ini memudahkan mereka dalam mencari pekerjaan yang relevan dengan keahliannya. Tentu saja, lulusan SMK Kertanegara Kuaro perlu terus meningkatkan keterampilan yang mereka miliki. Ini dapat dilakukan dengan mencari pengalaman kerja sebanyak mungkin untuk mendapatkan ilmu baru dan membentuk karakter yang lebih baik.Tagar “kabur aja dulu“ perlu direspon secara positif oleh peserta didik SMK Kertanegara Kuaro. Jangan biarkan tagar ini menimbulkan dampak negatif, seperti hilangnya rasa cinta terhadap bangsa Indonesia, lunturnya sikap nasionalisme, dan terbentuknya generasi yang tidak produktif. Sebaliknya, peserta didik harus berusaha membentuk karakter yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan lingkungan masyarakat. Ingatlah, generasi yang produktif berawal dari rasa cinta terhadap tanah air, Ibu Pertiwi. (arma) Post navigation PT Astra Internasional Tbk – Honda Balikpapan Tandatangani MOU dengan SMK Kertanegara Kuaro